INFO
  •  Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua Tahun 2025 Dibuka, Selengkapnya PENGUMUMAN 

Wakil Bupati Sabu Raijua Terima Kunjungan Riset Budaya dari National University of Singapore (NUS)

Selasa, 5 Agustus 2025

Menia, 5 Agustus 2025 – PROKOPIM

 Wakil Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, M.Si menerima kunjungan kehormatan dari delegasi National University of Singapore (NUS) di ruang kerjanya, Selasa (5/8). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka pelaksanaan riset budaya lokal dan pelestarian tenun tradisional khas Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur. 

Rombongan NUS dipimpin oleh Prof. Yueh Siang Chang (Miss Siang), dosen dan peneliti utama, bersama enam mahasiswa tingkat sarjana yang terdiri dari Julian Teng, Zoe Tay Xin Yi, Cao Jingyu, Chua Tsze Sin, Serene Singh, serta Kevin Jagar Nababan, S.HI, yang bertindak sebagai pendamping sekaligus translator. Turut hadir mendampingi Wakil Bupati dalam audiensi ini, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sabu Raijua.

Dalam kunjungan tersebut, Prof. Yueh Siang Chang menjelaskan bahwa pihaknya tengah menggagas program riset sekaligus pemberdayaan anak dalam konteks budaya dan sejarah lokal. Fokus utama riset ini adalah tenun tradisional Sabu-Raijua sebagai warisan budaya yang kaya nilai dan makna. Para mahasiswa NUS juga dijadwalkan akan melakukan wawancara dengan Pemerintah Daerah, serta sejumlah tokoh masyarakat dan budaya di Sabu, antara lain:

  • Ibu Iceh (tokoh penenun di Mesara)
  • Bapak Ruben Kale Dipa (Tokoh Masyarakat)
  • Ina-ina penenun Lede Tado
  • Bapak Ibrahim (guru sekaligus penenun)
  • Komunitas sejarawan, budayawan, dan pegiat sosial Sabu

Program ini dirancang dalam jangka panjang, dengan tujuan utama merancang model pemberdayaan anak muda Sabu-Raijua agar terus melestarikan seni dan budaya lokal, khususnya seni tenun. Melalui riset dan interaksi langsung dengan masyarakat, para mahasiswa NUS akan menyusun program edukasi dan pelibatan generasi muda untuk menjaga relevansi nilai-nilai sejarah dan budaya Sabu-Raijua di masa depan.

Rencananya, setelah tahap riset dan penyusunan program ini selesai, para mahasiswa NUS akan kembali ke Sabu Raijua untuk mengimplementasikan program yang telah dirancang bersama masyarakat lokal.

Wakil Bupati menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif akademik lintas negara ini. “Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya Sabu-Raijua dan pembinaan generasi muda agar semakin mencintai warisan leluhur. Semoga program ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan,” ujar beliau.


Simpan sebagai :

Berita terkait :

«

Februari 2026

»
MggSenSelRabKamJumSab
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28