Inspektorat Daerah Sabu Raijua Gelar Uji Coba Aplikasi Si-TiLik SaRaI, Wakil Bupati Apresiasi Inovasi Pengawasan Digital
Jumat, 11 Juli 2025
Dalam upaya meningkatkan efektivitas pengawasan dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan, Inspektorat Daerah Kabupaten Sabu Raijua melaksanakan uji coba aplikasi Sistem Informasi Tindak Lanjut Hasil Pengawasan (Si-TiLik SaRaI) pada tanggal 11 Juli 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Kerja Inspektorat Daerah dan dihadiri oleh sekitar 20 peserta dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki temuan hasil pemeriksaan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Sabu Raijua, Inspektur Daerah, Kabag Organisasi serta perwakilan dari Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, Dinas Dukcapil, Dinas PMD, Dinas Kominfo, BKPSDMD dan tim efektif aksi perubahan. Uji coba ini dipimpin langsung oleh Rumanti Justina Lede, S.Kom, selaku Project Leader Aksi Perubahan yang juga menjabat sebagai Sekretaris Inspektorat Daerah.

Wakil Bupati menyampaikan apresiasi atas inisiatif pengembangan aplikasi Si-TiLik SaRaI sebagai bagian dari reformasi birokrasi dan percepatan digitalisasi pengawasan internal. “Aplikasi ini akan sangat membantu dalam mendorong kepatuhan OPD terhadap rekomendasi hasil pemeriksaan serta memperkuat transparansi dalam tata kelola pemerintahan,”.
Uji coba dilakukan dengan melibatkan OPD-OPD percontohan, di mana masing-masing perwakilan mengakses aplikasi, melakukan input data tindak lanjut, dan mengevaluasi alur serta fitur sistem. Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memberikan masukan teknis yang akan menjadi dasar perbaikan dan pengembangan aplikasi lebih lanjut. Si-TiLik SaRaI dirancang untuk menjawab tantangan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan yang selama ini masih dilakukan secara manual. Dengan sistem berbasis web ini, proses pelaporan, pelacakan, dan evaluasi dapat dilakukan secara real-time, terdokumentasi, dan terintegrasi antar perangkat daerah.

Menurut Rumanti Justina Lede, aplikasi ini akan terus disempurnakan melalui pelatihan lanjutan, integrasi data pemeriksaan dari BPK dan APIP, serta implementasi penuh ke seluruh OPD dalam waktu dekat. “Harapannya, sistem ini dapat menjadi role model dan praktik baik yang direplikasi di instansi lain,” jelasnya.

Kegiatan ditutup dengan arahan dari Inspektur Daerah, yang menegaskan pentingnya komitmen dan sinergi lintas OPD dalam mendukung implementasi sistem secara menyeluruh. Beliau juga menyampaikan bahwa keberhasilan inovasi ini sangat bergantung pada perubahan budaya kerja yang adaptif terhadap teknologi dan berorientasi pada hasil.
Simpan sebagai :

Berita terkait :